Jenis Ikan Sarden ( tembang atau lemuru ) di Indonesia
Ikan
sarden (Clupeidea) merupakan ikan
pelagis kecil yang habitatnya disekitar perairan pantai dan muara sungai pada
kedalaman hingga 100 meter saat sudah dewasa.
Ikan jenis ini hidup bergerombol dan diketahui memangsa plankton (fitoplankton dan zooplankton), terutama kopepoda.
Tembang dan Lamuru di Indonesia
Di
Indonesia, Clupeidea dikenal dengan
nama lemuru dan tembang. Harga terjangkau dan kandungan gizi yang tinggi
menjadi alasan ikan tersebut sangat digemari masyarakat umum di Indonesia.
Karena
kandungan protein yang tinggi membuat ikan ini cepat membusuk sehingga lebih
banyak dijadikan ikan asin, ikan pindang atau dikalengkan, bahkan dijadikan
umpan dan pakan ikan.
Ikan
tembang dan lamuru tersebar di Samudra Hindia dan Pasifik. Clupeidea adalah
salah satu familia dari ordo Clupeiformes yang terdapat lebih dari 70 Genus. Empat
genus diantaranya ditemukan di perairan Indonesia, yaitu genus Herklotsichthys,
Hilsaa, Nemataloso, dan Sardinella.
Jenis, Morfologi, Habitat, dan Sebaran
#1 Lemuru jawa ( Amblygaster
sirm )
Siro
atau lemuru jawa atau dikenal dengan Spotted Sardinella berhabitat di perairan
pantai dekat terumbu karang, pada kedalaman 1–75 m. Tersebar di kawasan Indo-Pasifik.
Ciri morfologi; bentuk tubuh hampir silindris, sisik tebal di bagian perut dan tidak menonjol, sisik depan punggung tersusun ditengah, 2 jari sirip dubur terakhir membesar, 10–20 bintik kekuningan di kedua sisi mid lateral. Tumbuh maksimal sampai 28 cm.
#2 Bilis ( Herklotsichthys
dispilonotus )
Bilis
atau dikenal Blacksaddle Herring berhabitat di perairan pantai pada kedalaman
1–50 m. Tersebar di kawasan Asia Tenggara.
Ciri morfologi; bentuk tubuh agak lebar, sirip dubur hampir sepanjang sirip punggung, 2 sirip dubur terakhir tidak membesar, 14 atau 15 sisik tebal di depan sirip perut, dua bercak gelap seperti pelana pada punggung di belakang sirip punggung dan di depannya. Tumbuh maksimal sampai 11 cm.
#3 Budueng ( Herklotsichthys
quadrimaculatus )
Budueng
atau mata belo atau dikenal Bluestripe Herring berhabitat di perairan pantai
pada kedalaman 1–30 m. Tersebar di kawasan Indo-Pasifik Barat.
Ciri morfologi; bentuk tubuh ramping, sirip dubur hampir sepanjang sirip punggung, 2 sirip dubur terakhir tidak membesar, 16–19 sisik tebal di depan sirip perut, 1 atau 2 bintik kekuningan di belakang tutup insang, garis-garis sempit biru di sisi, sirip punggung tanpa tanda. Tumbuh maksimal hingga 17 cm.
#4 Mata belo ( Hilsa
kelee )
Mata
Belo atau dikenal Kelee Shad berhabitat di perairan pantai. Tersebar di kawasan
Indo-Pasifik Barat.
Ciri morfologi; bentuk tubuh lebar dan amat pipih, jari-jari sirip punggung akhir tidak memanjang, mulut di ujung, 2 sirip dubur terakhir tidak membesar, bintik hitam di belakang atas tutup insang, sering terdapat hingga 10 bintik samar pada bagian tengah sisi samping. Tumbuh maksimal hingga 30 cm.
#5 Selanget ( Nematalosa come )
Selanget atau dikenal Hairback Herring berhabitat di perairan pantai pada kedalaman 1–50 m. Tersebar di kawasan Pasifik Barat-Tengah.
Ciri morfologi; bentuk tubuh sangat lebar, jari-jari sirip punggung terakhir sangat memanjang, mulut di ujung bawah, moncong bulat, mata besar, bintik gelap besar di belakang pertengahan atas tutup insang, sirip perut dan dubur berujung putih, tepi luar sirip ekor kehitaman di tepi luar. Tumbuh maksimal hingga 28 cm.
#6 Tembang, ( Sardinella
albella )
White
Sardinella atau di Indonesia dikenal dengan naman ikan tembang, tamban dan
bulan berhabitat di perairan pantai pada kedalaman 1–50 m. Tersebar di kawasan
Pasifik Barat-Tengah.
Ciri morfologi; bentuk tubuh pipih, sisik tebal pada perut menonjol, sisik depan punggung sejajar bagian punggung, 2 jari sirip dubur terakhir membesar, sirip perut dengan 1 jari-jari tidak bercabang dan 7 jari-jari bercabang, sirip punggung kekuningan dan terdapat bercak gelap di pangkal sirip. Tumbuh maksimal hingga 18 cm.
#7 Tembang ( Sardinella
fimbriata )
Fringescale
Sardinella atau di Indonesia dikenal dengan nama ikan lemuru, tembang, tanjan,
dan tamban. Berhabitat di perairan pantai pada kedalaman 1–50 m. Tersebar di
kawasan Hindia Timur dan Pasifik Barat-Tengah.
Ciri morfologi; bentuk tubuh pipih, sisik tebal pada perut menonjol, sisik depan punggung sejajar bagian punggung, sirip perut dengan 1 jari tidak bercabang dan 7 lainnya bercabang, bercak gelap di pangkal sirip punggung, ujung sirip punggung dan sirip ekor kehitaman. Yumbuh maksimal hingga 16 cm.
#8 Tembang, ( Sardinella
gibbosa )
Goldstripe
Sardinella atau di Indonesia dikenal dengan nama ikan tembang, tanjan, dan
tamban. Berhabitat di perairan pantai pada kedalaman 1–70 m. Tersebar di
kawasan Indo-Pasifik Barat.
Ciri morfologi; bentuk tubuh pipih, sisik tebal pada perut menonjol, sisik depan punggung sejajar bagian punggung, 2 jari sirip dubur terakhir membesar, sirip perut dengan 1 jari tidak bercabang dan 7 lainnya bercabang, garis keemasan di samping, bercak gelap di pangkal sirip punggung. Tumbuh maksimal hingga 20 cm.
#9 Lemuru, ( Sardinella
lemuru )
Lemuru
atau dikenal Bali sardinella, berhabitat di perairan pantai pada kedalaman
1–100 m. Tersebar di kawasan Hindia Timur dan Pasifik Barat.
Ciri morfologi; bentuk tubuh pipih dan memanjang, sisik tebal pada perut menonjol, sisik depan punggung sejajar bagian punggung, 2 jari sirip dubur terakhir membesar, sirip perut dengan 1 jari tidak bercabang dan 8 lainnya bercabang, bercak kekuningan di belakang tutup insang. Tumbuh maksimal hingga 28 cm.
Alat Tangkap dan Musim Penangkapan
Ikan tembang dan lamuru banyak di manfaatkan oleh
nelayan kecil atau tradisional karena lokasi penangkapannya hanya di sekitaran
pantai saja, tidak membutuhkan biaya operasional yang banyak.
Alat tangkap yang umum digunakan nelayan untuk menangkap ikan jenis ini adalah jaring mesh size 1-1,50 inci, seperti jaring insang hanyut, purse seine, bagan ikan dan lain-lain.
Ikan lamuru dan tembang tidak memiliki musim penangkapan atau tersedia sepanjang tahun. Jikapun ikan tersebut produksinya menurun, dikarenakan cuaca atau musim yang buruk untuk aktifitas penangkapan ikan sehingga tidak banyak nelayan beroperasi.
Posting Komentar untuk "Jenis Ikan Sarden ( tembang atau lemuru ) di Indonesia"