Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenis Ikan Teri atau Bilis di Indonesia

Ikan teri atau ikan bilis adalah sekelompok ikan laut kecil atau pelagis kecil dari family Engraulidae

Ikan teri atau ikan bilis adalah sekelompok ikan laut kecil atau pelagis kecil dari familia Engraulidae. lkan-ikan dari familia Engraulidae merupakan komponen kunci ekosistem pantai. Saat ini ditemukan 150 spesies dari 17 genus yang tersebar diseluruh lautan dunia.

Ikan teri mudah didapat hampir diseluruh perairan Indonesia, oleh karena itu, ikan teri menjadi salah satu ikan yang cukup banyak dikonsumsi sebagai lauk pauk.

Teri adalah bahan makanan yang merupakan sumber protein dan kaya akan kalsium. Teri memiliki kadar kalsium yang tinggi sehingga bisa digunakan untuk mensubtitusi telur, susu, dan daging.

Habitat dan sebaran

Ikan teri umumnya sangat cocok (fleksibel) terhadap berbagam suhu dan slinitas (kadar keasinan air laut). Dapat juga ditemukan di perairan dangkal, air payau, diteluk dan di muara.

Umumnya Ikan teri hidup di perairan pantai dangkal, tempat hidup plankton yang merupakan makanan untamanya.

Ikan teri hidup berkelompok, sebagian besar berhabitat di perairan pantai dangkal dan muara di daerah tropis dan subtropis. Tersebar di kawasan Samudera Atlantik, Hindia dan Pasifik.

Morfologi

Umumnya ikan teri berukuran kecil dengan panjang sekitar 6-10 cm, namun ada pula yang mempunyai ukuran relatif panjang hingga mencapai 25 cm.

Ikan teri mempunyai ciri-ciri antara lain, bentuk tubuhnya panjang (fusiform) atau termampat samping (compressed), bagian sisi/samping tubuhnya terdapat selempeng putih keperakan memanjang dari kepala sampai ekor. Moncongnya tumpul dengan gigi yang kecil dan tajam pada kedua-dua rahangnya, dan mempunyai lidah.

Musim Penangkapan

Berdasarkan hasil penelitian dan wawancara nelayan musim penangkapan ikan teri terjadi dalam 2 fase setiap tahunnya.

Fase pertama pada bulan Maret sampai Juni, pada fase ini hasil tangkapan ikan teri terbanyak terjadi di bulan April. Fase kedua pada bulan Oktober sampai November, dibandingkan fase pertama hasil tangkapan ikan teri di fase kedua cenderung lebih sedikit.

Selain itu faktor musim berpengaruh pada aktifitas penangkapan ikan. Jika kita lihat kedua fase diatas merupakan musim peralihan dari musim hujan ke kemarau dan sebaliknya.

Pertengahan tahun (juni-agustus) dan Akhir-awal tahun (desember-februari) adalah puncak musim kemarau dan musim hujan.

Dimana pada saat puncak musim, faktor cuaca seperti angin dan faktor oseanografi seperti arus lebih kuat dan tidak memungkinkan untuk melakukan aktifitas penangkapan ikan.

Alat Penangkapan

Beberapa jenis ikan teri adalah sumber komoditas penting yang banyak diperdagangkan. Alat tangkap ikan yang digunakan untuk menangkap ikan teri adalah jenis jaring angkat seperti bagan perahu dan bagan apung.

Ikan teri termasuk salah satu jenis ikan fototaksis positif atau tertarik dengan cahaya, sehingga untuk menangkap ikan jenis ini biasanya menggunakan alat bantu lampu.

Jenis ikan teri di Indonesia

Berdasarkan data dari Fishmarket Indonesia, ditemukan 8 spesies ikan teri dari 4 genus.

Genus Encrasicholina

#1 Teri Gacer ( Encrasicholina punctifer )

Buccaneer Anchovy atau di kenal teri gacer, berhabitat di perairan pantai sampai epipelagis kedalaman 5-35 meter. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat dan Tengah.

Ciri morfologi; tubuh sangat langsing dan silindris, perut dengan 3–6 sisik tebal menyerupai jarum sebelum sirip perut, sirip dubur pendek dengan 13 atau 14 jari bercabang, tubuh pucat dengan garis perak terang sangat lebar di sepanjang sisi. Tumbuh maksimal hingga 13 cm.

Genus Setipinna

#2 Bilis Kuning ( Setipinna tenuifilis )

Common Hairfin Anchovy atau dikenal bilis kuning berhabitat di perairan pantai dan muara sungai kedalaman 1-50 meter. Tersebar di kawasan Hindia Timur dan Pasifik Barat.

Ciri morfologi; tubuh agak lebar dan sangat pipih, perut dengan sisik tebal berlunas terletak sebelum dan sesudah sirip perut, jari-jari sirip dada atas sangat memanjang, 13–17 tapis insang yang lebih rendah, sirip ekor kekuningan dengan pinggiran luar hitam. Tumbuh maksimal hingga 22 cm.

Genus Stolephorus

#3 Teri Galagar ( Stolephorus indicus )

Indian Anchovy atau dikenal puri putih atau teri galagar berhabitat di perairan pantai dan muara sungai kedalaman 20-50 meter. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat, kemungkinan lebih luas lagi.

Ciri morfologi; tubuh sangat langsing dan silindris, perut dengan 2–6 sisik tebal menyerupai jarum sebelum sirip perut, sirip dubur pendek dengan 16–18 jari-jari bercabang, garis perak lebar di sisi, sirip ekor berwarna gelap. Tumbuh maksimal hingga 19 cm.

#4 Teri Gepeng ( Stolephorus waitei )

Spotty-face Anchovy atau dikenal kendui atau teri gepeng, berhabitat di perairan pantai kedalaman 1-50 meter. Tersebar di kawasan Hindia Timur dan Pasifik Barat.

Ciri morfologi; tubuh sangat langsing dan silindris, mirip dengan teri galagar ( Stolephorus indicus ) tetapi berbeda karena memiliki sirip dubur yang jarinya bercabang 18–20, sirip ekor kekuningan, titik-titik gelap kecil di bagian kepala yang lebih rendah, dan bercak gelap samar di atas mata. Tumbuh maksimal hingga 10 cm.

Genus Thyssa

#5 Daun Bambu ( Thryssa baelama )

Baelama Anchovy atau dikenal daun bambu berhabitat di perairan pantai dan muara sungai kedalaman 1-50 meter. Tersebar di kawasan Indo-Pasifik Barat.

Ciri morfologi; tubuh memanjang dan sedikit pipih, perut dengan sisik tebal berlunas terletak sebelum dan sesudah sirip perut (total 12–18 sisik tebal), rahang atas pendek dan tidak mencapai ujung tutup insang, bercak gelap kecil di bahu, tidak ada garis pada sisi. Tumbuh maksimal hingga 16 cm.

#6 Sangko ( Thryssa mystax )

Moustached Thryssa atau dikenal sangko berhabitat di perairan pantai dan muara sungai kedalaman 1-50 meter. Tersebar di kawasan Pasifik Barat dan Tengah.

Ciri morfologi; tubuh memanjang dan pipih, perut dengan sisik tebal berlunas terletak sebelum dan sesudah sirip perut (total 24–32 sisik tebal), rahang atas panjang mencapai dasar sirip dada, jalur garis bergelombang gelap di bahu, tidak ada garis pada sisi. Tumbuh maksimal hingga 20,5 cm.

#7 Bangkok ( Thryssa setirostris )

Longjaw Thryssa atau dikenal bangkok atau daun bambu berhabitat di perairan pantai dan muara sungai kedalaman 1-20 meter. Tersebar di kawasan Indo-Pasifik Barat.

Ciri morfologi; tubuh memanjang dan pipih, sisik tebal berlunas terletak sebelum dan sesudah sirip perut (total 25–28 sisik tebal), rahang atas sangat panjang mencapai dasar sirip perut, jalur garis bergelombang gelap di bahu. Tumbuh maksimal hingga 18 cm.

#8 Bangkok indo ( Thryssa cf. setirostris )

Indonesian Longjaw Thryssa atau dikenal bangkok indo berhabitat di perairan pantai dan kemungkinan muara sungai. Saat ini hanya ditemukan di Indonesia.

Ciri morfologi; mirip dengan bangkok ( Thryssa setirostris ) tetapi berbeda karena memiliki tubuh yang lebih ramping, bentuk bagian punggung jelas lebih cembung, dan sirip ekor dengan tepi luar lebih terang. Tumbuh maksimal hingga 11 cm.

CERITA PESISIR
CERITA PESISIR dwicahyojs

Posting Komentar untuk "Jenis Ikan Teri atau Bilis di Indonesia"