Jenis Belut Moray di Indonesia
Belut moray adalah kelompok belut dari familia Muraenidae yang ditemukan di seluruh dunia. Diperkirakan terdapat sekitar 200 spesies belut dari familia Muraenidae yang hampir seluruhnya ditemukan di perairan tropis dan subtropis. Beberapa dari mereka juga di temukan air tawar.
Perilaku
Makan
Belut moray termasuk
karnivora yang berburu moluska seperti gurita, cumi-cumi, sotong, krustasea dan
bahkan bangkai hewan laut pun ia makan.
Ketika mencapai ukuran
maksimal belut moray merupakan pemangsa dominan di lingkungannya. Namun
terkadang diburu oleh beberapa pemangsa seperti kerapu besar, hiu, barakuda,
dan ular laut ketika masih juvenil atau remaja.
Habitat
Sebagian besar belut moray
menempati perairan laut hangat yang terdapat terumbu karang. Belut moray lebih
sering ditemukan berlindung di terumbu karang mati dan bebatuan karang. Sangat
jarang ditemukan menempati terumbu karang hidup.
Beberapa jenis belut moray
mengandung racun yang berbahaya untuk manusia. Meski demikian belut moray bukanlah
hewan agresif, yang hanya akan menyerang jika merasa terancam.
Jenis
Belut Moray di Indonesia
Di Indonesia, ditemukan 8 spesies belut moray dari family Muraenidae. Dimana 6 spesies dari genus Gymnothorax dan 2 spesies dari genus Strophidon. Berikut jenis belut moray yang terindentifikasi di Indonesia.
1.
Moray Laut ( Gymnothorax dorsalis )
Seale’s Moray atau dikenal
moray laut merupakan salah satu spesies dari genus Gymnothorax yang habitatnya
di perairan pasir dan lumpur kedalaman 2-80 m. Moray laut tersebar di kawasan
Pasifik barat, sekitar Hong Kong, Malaka, Malaysia, dan Taiwan.
Ciri morfologi; Mirip dengan Strophidon sathete dan Strophidon sp. A, tapi panjang depan dubur lebih pendek (2.3 kali TL), barisan gigi maksila bagian dalam lebih pendek daripada di barisan luar, pori-pori kepala putih dan terdapat 3 pori-pori infraorbital (yang terakhir di bawah mata bagian depan). Diperkitakan dapat tumbuh hingga 126 cm.
2.
Moray Bercak Hitam ( Gymnothorax isingteena )
Blackspotted moray atau
dikenal remang atau moray bercak hitam merupakan salah satu spesies dari genus
Gymnothorax yang habitatnya di perairan terumbu karang dan berbatu kedalaman
1-150 m. Jenis Moray ini tersebar di kawasan Indo-Pasifik Barat.
Ciri morfologi; warna putih sampai coklat pucat dengan banyak bintik hitam berukuran sedang hingga besar di kepala dan tubuh, bintik tersusun tidak beraturan dan tidak berbaris, jarak antara bintik biasanya lebih besar dari ukuran bintik, beberapa bintik terdapat di perut. Tumbuh maksimal hingga 180 cm.
3. Moray Raksasa ( Gymnothorax javanicus )
Giant Moray atau dikenal moray raksasa merupakan salah satu spesies dari genus Gymnothorax yang habitatnya di perairan terumbu karang kedalaman 1-50 m. Gymnothorax javanicus adalah yang terbesar dijenisnya, tersebar di kawasan Indo-Pasifik.
Ciri morfologi; bukaan insang berbercak hitam mencolok, saat juvenil (remaja) warnanya cokelat dengan bintik-bintik gelap pada kepala, tubuh dan sirip. Ketika dewasa warnanya coklat pucat dengan campuran banyak bintik hitam kecil dan 3–4 baris bercak coklat besar. Terdapat beberapa bintik di tenggorokan dan perut. Tumbuh maksimal hingga 300 cm dengan berat mencapai 30 kg.
4. Remang ( Gymnothorax pictus )
Peppered Moray atau dikenal remang merupakan salah satu spesies dari genus Gymnothorax yang habitatnya di perairan terumbu karang dan air payau kedalaman 5-100 m. Jenis Moray ini tersebar di kawasan Indo-Pasifik.
Ciri morfologi; sirip punggungnya di atas atau dekat bukaan insang, dua baris gigi vomerine. Warnanya bervariasi, ketika juvenil(remaja) warna pucat dengan bintik hitam kecil menyatu dalam 2–3 baris. Bintik hitam berubah menjadi bercak gelap lebih besar ketika ikan dewasa. Bintik pada perut bertambah jumlahnya sesuai dengan umur. Tumbuh maksimal sampai 140 cm.
5.
Moray Sirip Lebar ( Gymnothorax
pseudothyrsoideus )
Highfin Moray atau dikenal
remang atau moray sirip lebar merupakan salah satu spesies dari genus Gymnothorax yang habitatnya di perairan
payau, terumbu karang dan berbatu kedalaman 1-20 m. Jenis Moray ini tersebar di
kawasan Indo-Pasifik Barat.
Ciri morfologi; sirip punggung tinggi dan berpangkal tepat sebelum bukaan insang, warna dapat berubah, bintik hitam kecil sering membentuk 4 barisan bintik yang lebih besar yang tak teratur. Terkadang terdapat retikulum kuning, tepi sirip punggung dan sirip dubur warnanya putih dekat ujung ekor. Tumbuh maksimal hingga 80 cm.
6.
Moray Putih ( Gymnothorax undulatus )
Undulated Moray atau
dikenal remang atau moray putih merupakan salah satu spesies dari genus Gymnothorax yang habitatnya di perairan
terumbu karang dan berbatu kedalaman 1-110 m. Jenis Moray ini tersebar di
kawasan Indo-Pasifik.
Ciri morfologi; sirip punggung tinggi dan berpangkal tepat sebelum bukaan insang, warna kepala dapat berubah dari gelap ke kuning, tubuh dan sirip dengan bintik-bintik coklat tidak teratur dipisahkan oleh retikulum tipis pucat yang bergabung menjadi garis-garis pucat di dekat ujung ekor. Tumbuh maksimal hingga 150 cm.
7.
Moray Raksasa Ramping ( Strophidon sathete )
Slender giant moray atau
dikenal remang atau moray raksasa ramping merupakan salah satu spesies dari
genus Strophidon yang habitatnya di
dasar perairan terumbu karang, berlumpur, muara, dan sungai pada kedalaman 1-20
m. Jenis Moray ini tersebar di kawasan Indo-Pasifik Barat.
Ciri morfologi; mirip dengan moray laut (Gymnothorax dorsalis) dan moray sawah (Strophidon sp. A) tapi ekor lebih panjang (panjang bagian depan dubur 2.5–3.2 kali panjang totalnya), 3 pori-pori infraorbital, gigi maksilar dalam dua barisan berukuran sama, warnanya coklat tua sampai abu-abu merata, sirip-sirip lebih gelap. Umumnya ditemukan berukuran 70 cm, tapi dapat tumbuh maksimal hingga 400 cm.
8. Moray Sawah ( Strophidon sp. A )
Robust Longtail Moray atau
dikenal moray atau remang sawah merupakan salah satu spesies dari genus
Strophidon yang habitatnya di dasar perairan berlumpur. Belum banyak data
tentang moray sawah. Jenis moray ini baru dikenal di Indonesia tapi mungkin
seberannya lebih luas lagi.
Ciri morfologi; mirip
dengan moray laut (Gymnothorax dorsalis) dan moray raksasa ramping (Strophidon
sathete), tapi berbeda karena memiliki 4 pori infraorbital (yang ke-4 di bawah
belakang mata), panjang bagian depan dubur sekitar 2,2–2,4 kali panjang total
dan kulit sangat tebal dengan pola bergelombang. Diperkirakan tumbuh sampai 300
cm.
Posting Komentar untuk "Jenis Belut Moray di Indonesia"