Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

8 Hewan Paling Beracun di Lautan

Laut memiliki lebih dari 70% luas permukaan bumi, yang dihuni berbagai jenis mahkluk hidup yang tidak diketahui secara pasti jumlahnya. Diantara makhluk hidup tersebut terdapat jenis yang bisa saja sangat berbahaya bagi manusia ketika berada dekat atau dibawah laut.

Laut memiliki lebih dari 70% luas permukaan bumi, yang dihuni berbagai jenis mahkluk hidup yang tidak diketahui secara pasti jumlahnya. Diantara makhluk hidup tersebut terdapat jenis yang bisa saja sangat berbahaya bagi manusia ketika berada dekat atau dibawah laut.

Para ilmuwan mencatat bahwa, terdapat lebih dari 1.200 spesies berbahaya di laut baik yang beracun maupun karnivora ganas. Yang menyebabkan lebih dari 50.000 orang terluka tiap tahunnya. Jadi sebelum pergi ke laut atau disekitar pantai, ada baiknya anda mengenali jenis hewan laut beracun yang bisa menjadi masalah untuk anda.

Urutan hewan yang dipilih tidak hanya racunnya yang berbahaya, tetapi kemungkinan berinteraksi dengan manusia lebih tinggi membuatnya lebih berbahaya dari hewan lainnya.

#8 Cumi-Cumi Piyama Belang ( Sepioloidea lineolata )

Striped Pyjama Squid atau cumi-cumi piyama belang mungkin terlihat lucu, tetapi cephalopoda yang berwarna-warni ini menyimpan rahasia yang mematikan. Bertentangan dengan nama, ia sebenarnya adalah spesies sotong. Merupakan salah satu dari sedikit spesies cephalopoda yang beracun.

Striped Pyjama Squid atau cumi-cumi piyama belang mungkin terlihat lucu, tetapi cephalopoda yang berwarna-warni ini menyimpan rahasia yang mematikan. Bertentangan dengan nama, ia sebenarnya adalah spesies sotong. Merupakan salah satu dari sedikit spesies cephalopoda yang beracun.

Kelenjar kecil di bawah kulitnya menghasilkan air liur berbisa yang mengandung tetrodotoxin. Cumi-cumi piyama belang hidup di perairan pantai yang dangkal, biasanya menyamarkan diri di bawah pasir atau lumpur. Tersebar di kawasan perairan Indo-Pasifik Australia.

#7 Ikan Buntal ( Tetraodontidae )

Pufferfish atau ikan buntal dapat mengembang saat terancam. Kecepatan renang mereka yang lambat membuatnya rentan terhadap predator. Beberapa spesies ikan buntal juga tertutup duri setelah mengembang, membuatnya lebih tidak bisa dimakan oleh predator.

Pufferfish atau ikan buntal dapat mengembang saat terancam. Kecepatan renang mereka yang lambat membuatnya rentan terhadap predator. Beberapa spesies ikan buntal juga tertutup duri setelah mengembang, membuatnya lebih tidak bisa dimakan oleh predator.

Yang membuat ikan ini beracun adalah neurotoksin di organ dalam atau kulitnya, dan membuat rasanya tidak enak ketika dimakan, bahkan seringkali menyebabkan kematian. Racun yang ditemukan pada ikan buntal setidaknya 1.200 kali lebih beracun daripada sianida, Dan dapat membunuh setidaknya 30 manusia dewasa, menjadikan ikan ini salah satu makhluk laut paling beracun di lautan.

#6 Ubur-Ubur Portugis ( Physalia physalis )

Portuguese Man o’ War atau ubur-ubur kapal perang pertugis karena bentuknya mirip kapal perang pertugis awal abad ke-18 adalah predator yang sangat berbisa yang sering terlihat melayang-layang atau terdampar di pantai. Meski sepintas hewan ini tampak seperti ubur-ubur, nyatanya  adalah sebuah koloni yang terdiri dari ribuan organisme tunggal yang disebut sebagai zooid.

Portuguese Man o’ War atau ubur-ubur kapal perang pertugis karena bentuknya mirip kapal perang pertugis awal abad ke-18 adalah predator yang sangat berbisa yang sering terlihat melayang-layang atau terdampar di pantai. Meski sepintas hewan ini tampak seperti ubur-ubur, nyatanya  adalah sebuah koloni yang terdiri dari ribuan organisme tunggal yang disebut sebagai zooid.

Ubur-ubur portugis memiliki tentakel/sulur yang panjangnya  bisa mencapai ratusan meter di bawah permukaan. Sulur-sulur ini ditutupi nematocysts mengandung racun berfungsi menjerat, melumpuhkan ikan dan makhluk kecil untuk dimakan. Meskipun sengatannya tidak berakibat fatal bagi manusia, tetapi masih dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa.

#5 Siput Kerucut Marmer ( Conus Marmoreus )

Marbled Cone Snail atau siput kerucut marmer memiliki cangkang berwarna cerah dan memikat orang untuk memungutnya, tanpa mengetahui bahwa hewan tersebut adalah salah satu makhluk laut paling berbisa di dunia. Siput kerucut marmer menggunakan belalai mirip tombak yang mengandung neurotoksin yang mematikan untuk menyerang mangsa bahkan predator.

Marbled Cone Snail atau siput kerucut marmer memiliki cangkang berwarna cerah dan memikat orang untuk memungutnya, tanpa mengetahui bahwa hewan tersebut adalah salah satu makhluk laut paling berbisa di dunia. Siput kerucut marmer menggunakan belalai mirip tombak yang mengandung neurotoksin yang mematikan untuk menyerang mangsa bahkan predator.

Ia menggunakan tombak mematikan tersebut untuk melumpuhkan mangsanya, dan melahapnya di waktu luang. Disengat siput kerucut marmer bisa berakibat fatal, karena racunnya menyebabkan kelumpuhan otot dan gagal pernapasan. Hingga saat ini belum tersedia anti racun untuk mengobati sengatan dari siput kerucut marmer.

#4 Ular Laut Berparuh (Enhydrina schistosa)

Beaked Sea Snake  atau  ular laut berparuh (juga dikenal ular laut berhidung bengkok) merupakan hewan laut yang tidak agresif dan hanya akan menyerang jika diprovokasi.

Beaked Sea Snake  atau  ular laut berparuh (juga dikenal ular laut berhidung bengkok) merupakan hewan laut yang tidak agresif dan hanya akan menyerang jika diprovokasi.

Gigitannya delapan kali lebih beracun dari gigitan ular kobra. 1,5 mg racunnya cukup untuk membunuh manusia, Jika dosis penuh dapat membunuh sekitar 22 orang.

Racun tersebut menyerang otot-otot tubuh yang menyebabkan rasa sakit yang menyiksa, bankan kematian jika tidak ditangani dalam waktu 24 jam. Ular laut berparuh bisa menyelam hingga kedalaman 100 m dan tetap berada di bawah air hingga lima jam untuk berburu mangsa. Ular ini sering terjebak di jaring nelayan, yang tidak sengaja menggigit manusia dan mengakibatkan korban jiwa.

#3 Gurita Cincin Biru ( Hapalochlaena )

Blue-Ringed Octopus  atau gurita cincin biru, meski ukurannya kecil dan menggemaskan, gurita cincin biru memiliki gigitan berbisa yang sangat mematikan.

Blue-Ringed Octopus  atau gurita cincin biru, meski ukurannya kecil dan menggemaskan, gurita cincin biru memiliki gigitan berbisa yang sangat mematikan.

Seperti kebanyakan hewan laut berbisa dan beracun, tampilan warnanya yang menarik adalah tanda peringatan untuk menjauh. Racunnya mengandung tetrodotoxin, yang merupakan sejenis racun saraf yang dilepaskan melalui kelenjar ludahnya.

Racun ini 1.000 lebih kuat daripada sianida. satu sengatan dapat membunuh 26 manusia dewasa dalam beberapa menit. Karena saat ini tidak tersedia penawar untuk racun gurita cincin biru, Sehingga hewan ini adalah salah satu makhluk laut paling ditakuti manusia.

#2 Ikan Batu ( Synanceia )

Stonefish atau ikan batu ditemukan di terumbu pesisir di sepanjang wilayah Indo-Pasifik dan termasuk dalam daftar teratas makhluk paling beracun. Ikan batu sangat ahli menyamar karna bentuk dan warnanya mirip batu karang. Ikan ini mengeluarkan neurotoksin yang kuat dari dasar tulang punggung ke sirip punggungnya.

Stonefish atau ikan batu ditemukan di terumbu pesisir di sepanjang wilayah Indo-Pasifik dan termasuk dalam daftar teratas makhluk paling beracun. Ikan batu sangat ahli menyamar karna bentuk dan warnanya mirip batu karang. Ikan ini mengeluarkan neurotoksin yang kuat dari dasar tulang punggung ke sirip punggungnya.

Tulang belakangnya yang berbisa merupakan mekanisme pertahanan untuk menghindari predator dan tidak digunakan untuk berburu.

Racunnya  menyebabkan gagal jantung, kelumpuhan, dan mrmatikan jaringan tubuh. Mampu membunuh orang dewasa kurang dari satu jam jika tidak segera ditangani. Pastikan anda waspada di sekitar bebatuan, dasar laut, dan terumbu karang, karena ikan batu kemungkinan besar bersembunyi di sekitar area ini.

#1 Ubur-Ubur Kotak (Hapalochlaena)

Box Jellyfish atau ubur-ubur kotak  memiliki beragam spesies dan tersebar di seluruh lautan dunia. Ubur-ubur kotak paling banyak ditemukan berenang di perairan sekitar Australia, Filipina, Hawaii, dan Vietnam.

Box Jellyfish atau ubur-ubur kotak  memiliki beragam spesies dan tersebar di seluruh lautan dunia. Ubur-ubur kotak paling banyak ditemukan berenang di perairan sekitar Australia, Filipina, Hawaii, dan Vietnam.

Meskipun terlihat tidak berbahaya invertebrata transparan ini adalah salah satu makhluk laut paling beracun yang telah merenggut nyawa lebih dari 6.000 orang.

Ubur-ubur kotak juga dikenal sebagai tawon laut. Tentakel mereka yang banyak mengandung racun yang langsung melumpuhkan dan membunuh mangsanya.

Tersengat salah satu tentakel ini dapat menyebabkan gagal jantung. Sebagian besar korban mengalami syok dan tenggelam setelah disengat ubur-ubur kotak. Rasa sakit akibat bisa bisa berlangsung selama berminggu-minggu, sedangkan bagian tubuh yang bersentuhan dengan tentakel akan mengalami jaringan parut yang parah.

CERITA PESISIR
CERITA PESISIR dwicahyojs

Posting Komentar untuk "8 Hewan Paling Beracun di Lautan"