68 Jenis Ikan Kerapu di Indonesia
Ikan Kerapu merupakan
salah satu komoditas perikanan yang sangat penting dan mempunyai nilai ekonomis
tinggi. Permintaan ikan Kerapu saat ini, setiap tahunnya menunjukkan peningkatan yang
tajam. Permintaan ikan Kerapu di pasar Asia termasuk negara-negara Asean
cukup tinggi terutama Hongkong, China, Singapura, Taiwan dan Jepang.
Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscogatattus) merupakan
jenis ikan laut komersial yang mulai banyak dibudidayakan orang, baik untuk
pembenihan maupun pembesarannya karena menjanjikan prospek yang bagus.
Jenis ikan Kerapu lain yang dapat dibudidayakan adalah Kerapu Sunu atau Kerapu Lodi ( Plectomorphus leopardus dan P. moculatus ), Kerapu Bebek atau Kerapu Tikus ( Chromileptes altivelis ), Kerapu Lumpur ( Epinephelus coioides ), Kerapu Kertang atau Kerapu Naga ( Epinephelus lanceolatus ).
Familia Serranidae
Ikan kerapu, termasuk
dalam sub familia Epinephelinae ordo Perciformes. Terdapat banyak pendapat
terkait jumlah spesies Serranidae atau kerapu. Berdasarkan data dari fishbase,
saat ini ditemukan 556 spesies yang termasuk dalam 75 genus.
Dari jenis kerapu yang
tersebar di perairan tropis dan subtropis, 110 spesies diantaranya dijumpai di
perairan Indo-Pasifik.
Habitat
Di alam ikan kerapu hidup
di dekat dasar perairan yang sebagian besar di perairan karang, adapula yang
hidup di perairan estuaria dan sebagian lagi menyenangi habitat berpasir.
Dalam ekosistem perairan
karang, ikan kerapu dikenal sebagai predator yang memakan segala jenis ikan, crustasea (jenis udang dan kepiting) dan cepalopoda (jenis cumi-cumi).
Kerapu merupakan jenis
ikan yang hidup menyendiri (solitaryfishes) dan pada umumnya tinggal dalam jangka
waktu yang lama di karang.
Tempat tinggal yang
spesifik serta pertumbuhannya yang relatif lambat menyebabkan mudahnya terjadi
tangkap lebih (over fishing). Pada saat pemijahan, sekumpulan ikan kerapu
menyatu (spawning agregation) dan sangat rentan tertangkap aktivitas penangkapan.
Sebaran
Ikan kerapu tersebar di
laut tropis dan subtropis, terutama di kawasan perairan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Biologi
Ikan kerapu memiliki umur
panjang yang mencapai beberapa dasawarsa dan matang gonad pada usia lanjut yang
mendekati umurnya.
Pada umumnya ikan kerapu
termasuk kelompok hermafrodit protogini, ikan muda merupakan betina dan setelah
dewasa berubah menjadi jantan.
Alat tangkap
Ikan Kerapu merupakan salah satu komoditas perikanan yang sangat penting danmempunyai nilai ekonomis tinggi. Selain dibudidayakan, ikan kerapu juga merupakan ikan target tangkapan nelayan, terutama nelayan tradisional yang menggunakan alat pancing dan bubu ikan.
Jenis-jenis kerapu di Indonesia
#1
Kerapu Lumpur Hitam ( Aethaloperca rogaa
)
Redmouth Grouper atau di
Indonesia kita kenal kerapu lumpur hitam dan geurape itam berasosiasi di terumbu
karang kisaran kedalaman 3–60 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat.
Ciri morfologi; 9 duri sirip punggung, sirip ekor tegak lurus, sirip dada jelas asimetris, tubuh lebar dan pipih, warna coklat tua sampai kehitaman merata, rongga mulut oranye kemerahan, tepi belakang putih pada sirip ekor yang muda. Tumbuh maksimal hingga 60 cm.
#2
Kerapu Ramping ( Anyperodon
leucogrammicus )
Slender Grouper atau di
Indonesia kita kenal kerapu ramping berasosiasi di terumbu karang kisaran
kedalaman 5–80 m, umumnya 5-50 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat.
Ciri morfologi; tubuh dan kepala memanjang dan pipih, tidak ada gigi pada langit-langit, sirip ekor membulat, dewasa abu-abu kecoklatan dengan banyak bintik-bintik kuning di kepala, tubuh dan sirip punggung, pada tubuh ada 4 garis keputihan mulai dari belakang mata. Tumbuh maksimal hingga 65 cm.
#3
Kerapu Matahari ( Caprodon schlegelii )
Sunrise Perch atau di
Indonesia kita kenal kerapu matahari berasosiasi di dasar berbatu terumbu karang kisaran
kedalaman 50-200 m. Tersebar di kawasan Pasifik Barat dan Tengah.
Ciri morfologi; sirip punggung tidak berlekuk dan terdapat 10 duri punggung dan 19–21 jari lunak, 57–61 sisik gurat sisi, pinggir sirip ekor sedikit emarginate, tubuh dan sirip oranye kemerahan dengan beberapa bercak besar kekuningan. Tumbuh maksimal hingga 35 cm.
#4
Kerapu Merak ( Cephalopholis argus )
Peacock Grouper atau di
Indonesia kita kenal kerapu merak atau geurape brinchek itam berasosiasi di
terumbu karang kisaran kedalaman 1–40 m, umumnya 1-15 m. Tersebar di kawasan
Indo–Pasifik Barat.
Ciri morfologi; sirip punggung dengan 9 duri dan 15–17 jari lunak, sirip ekor membulat, 9 jari lunak pada sirip dubur, tubuh dan sirip coklat tua dengan banyak bintik biru kecil (bertepi gelap), 5 atau 6 baris pucat pada bagian belakang tubuh dan area pucat di atas dada. Tumbuh maksimal hingga 60 cm.
#5
Kerapu Emas ( Cephalopholis aurantia
)
Golden Grouper atau di Indonesia
kita kenal kerapu emas berasosiasi di terumbu karang kisaran kedalaman 40-300
m, umumnya 100-250 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat.
Ciri morfologi; 9 duri sirip punggung, sirip ekor membulat, 9 jari lunak sirip dubur, 45–56 sisik gurat sisi, tepi bawah tutup insang bergerigi, sirip perut mencapai dubur, oranye-kuning dengan bintik-bintik kecil kemerahan lebih tua, pinggir belakang sirip ekor pucat. Tumbuh maksimal hingga 60 cm, umumnya ditangkap ukuran 30 cm.
#6
Kerapu Coklat ( Cephalopholis boenak
)
Chocolate Grouper atau di
Indonesia kita kenal kerapu cokelat atau bandih, berasosiasi di terumbu karang.
Umumnya di karang mati dangkal dan berlumpur kisaran kedalaman 1-64 m, paling
sering di kedalaman 4-30 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat.
Ciri morfologi; sirip punggung dengan 9 duri dan 15–17 jari lunak, sirip ekor membulat, 8 jari lunak dubur, sedikit bintik hitam atau biru melingkar pada kepala, kecoklatan dengan 7 atau 8 baris lebih tua, terdapat bintik pada tutup insang, beberapa sirip bertepi putih. Tumbuh maksimal hingga 30 cm.
#7
Kerapu Bintik Biru ( Cephalopholis cyanostigma
)
Bluespotted Grouper atau
di Indonesia kita kenal kerapu bintik biru berasosiasi di terumbu karang dan daerah
bervegetasi kisaran kedalaman 1-50 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat.
Ciri morfologi; sirip punggung terdapat 9 duri dan 15–17 jari lunak, sirip ekor membulat, 8 jari lunak sirip dubur, dewasa merah kecoklatan dengan bercak pucat (tidak ada garis), banyak oselus biru bertepi gelap di kepala, tubuh dan sirip. Tumbuh maksimal hingga 40 cm.
#8
Kerapu Belang Biru ( Cephalopholis formosa
)
Bluelined Grouper atau di
Indonesia kita kenal kerapu belang biru berasosiasi di terumbu karang terutama
karang mati dangkal dan berlumpur kisaran kedalaman 1-30 m, biasanya 1-15 m.
Tersebar di kawasan Pasifik Barat.
Ciri morfologi; sirip punggung dengan 9 duri dan 15–17 jari lunak, sirip ekor membulat, 7 atau 8 jari lunak sirip dubur, kecoklatan tua sampai coklat kekuningan dengan banyak garis gelap kebiruan memanjang tidak beraturan di kepala, tubuh dan sirip. Tumbuh maksimal hingga 34 cm.
#9
Kerapu Rinra ( Cephalopholis igarashiensis
)
Garish Grouper atau di
Indonesia kita kenal kerapu Rinra berasosiasi di terumbu karang dan daerah
bervegetasi kisaran kedalaman 80-250 m. Tersebar di kawasan Pasifik Barat.
Ciri morfologi; 9 duri sirip punggung, tubuh melebar dan kokoh, sirip ekor membulat, gurat sisi sangat melengkung di atas sirip dada, tengkuk sangat cembung, kepala dan tubuh kemerahan dengan baris kuning mencolok, sirip perut berujung hitam. Tumbuh maksimal hingga 43 cm, umumnya 25 cm.
#10
Kerapu Tutul atau Macan ( Cephalopholis leopardus )
Leopard Grouper atau di
Indonesia kita kenal kerapu tutul atau kerapu macan berasosiasi di terumbu karang kisaran
kedalaman 3-40 m, biasanya 3-20 m. Tersebar di kawasan Indo-Pasifik Barat.
Ciri morfologi; sirip
punggung dengan 9 duri atau 14–15 jari lunak, sirip ekor membulat, 9–10 jari
lunak sirip dubur, tubuh pucat kemerahan dengan bintik-bintik oranye besar,
pelana hitam pada pangkal ekor, garis submarginal gelap di dekat bagian atas
ujung sirip ekor. Tumbuh maksimal hingga 24 cm.
Baca Selanjutnya : 68 Jenis Ikan Kerapu di Indonesia Bagian 2
Posting Komentar untuk "68 Jenis Ikan Kerapu di Indonesia"