Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

47 Jenis Ikan Kakap di Indonesia Bagian 2


#11 Kakap, Ekor Kuning (Lutjanus ehrenbergii)

Ehrenberg’s Snapper atau di Indonesia kita kenal Kakap atau Ekor Kuning Terumbu karang, berasosiasi di terumbu karang kedalaman 1–20 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat.

Ciri morfologi; baris sisik membujur kebanyakan horisontal di atas gurat sisi, tambalan gigi vomerine memanjang ke belakang, ruang preorbital sempit (9–10 kali panjang kepala), 4 atau 5 garis kuning sempit di kedua sisi, bintik hitam besar di gurat sisi; Indo–Pasifik Barat. Tumbuh maksimal hingga 35 cm.

#12 Bambangan (Lutjanus erythropterus)

Crimson Snapper atau di Indonesia kita kenal Bambangan, berasosiasi di terumbu karang dan berbatu, kedalaman 0–100 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat.

Ciri morfologi; baris sisik membujur mencuat di atas gurat sisi, tambalan gigi vomerine kurang memanjang ke belakang, lekukan depan tutup insang tidak jelas, mulut relatif kecil, bentuk kepala miring, merah kemerahmudaan. Tumbuh maksimal hingga 55 cm.

#13 Kembang Waru, Tompel atau Ikan Tanda (Lutjanus fulviflamma)

Blackspot Snapper atau di Indonesia kita kenal Kembang Waru, Tompel atau Ikan Tanda, berasosiasi di terumbu karang kedalaman 0–35 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat dan Tengah.

Ciri morfologi; mirip dengan no.9 tetapi berbeda karena warnanya cokelat pucat dengan 6 atau 7 garis-garis kuning di sisi, memiliki sumbu sirip dada tanpa bercak hitam, dan bercak hitam besar pada gurat sisi di bawah bagian sirip punggung yang berjari. Tumbuh maksimal hingga 35 cm.

#14 Badur, Tambak (Lutjanus fulvus)

Blacktail Snapper atau di Indonesia kita kenal Badur atau Tambak, berasosiasi di terumbu karang kedalaman 0–75 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat dan Tengah.

Ciri morfologi; tambalan gigi vomerine kurang memanjang ke belakang, lekukan di depan tutup insang dalam dan jelas, sirip ekor dan sepertiga bagian luar jari sirip punggung kehitaman, sirip dubur dan sepasang sirip kuning terang; Tumbuh maksimal hingga 40 cm.

#15 Tambak, Condeng, atau Jenaha (Lutjanus gibbus)

Paddletail Snapper atau di Indonesia kita kenal Tambak, Condeng, atau Jenaha, berasosiasi di terumbu karang kedalaman 1–150 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik.

Ciri morfologi; tambalan gigi vomerine kurang memanjang ke belakang, sirip ekor bercagak dengan cuping bulat jelas, kemerahan sampai keabuan, ikan muda dengan pangkal ekor kehitaman dan sirip ekor gelap dengan tepi kuning. Tumbuh maksimal hingga 50 cm.

#16 Tantoan, Tambangan atau Jenaha (Lutjanus johnii)

Golden Snapper atau di Indonesia kita kenal Tantoan, Tambangan atau Jenaha, berasosiasi di terumbu karang dan berbatu serta muara, kedalaman 0–80 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat.

Ciri morfologi; baris sisik membujur kebanyakan horisontal di atas gurat sisi, bercak hitam besar biasanya di punggung terutama di atas gurat sisi, sisi kekuningan atau keperakan dengan bintik coklat kemerahan pada setiap sisik. Tumbuh maksimal hingga 70 cm.

#17 Jarang Gigi, Cablikan (Lutjanus lemniscatus)

Darktail Snapper atau di Indonesia kita kenal Jarang Gigi, Cablikan, berasosiasi di terumbu karang dan berbatu, kedalaman 70–80 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat.

Ciri morfologi; baris sisik mencuat di atas gurat sisi, lekukan depan tutup insang tidak jelas, bentuk atas moncong cekung pada individu yang lebih besar, coklat keabu-abuan atau zaitun, sirip kemerahan dengan sirip ekor paling gelap. Tumbuh maksimal hingga 65 cm.

#18 Tompel, Teribang, Tutong Iku (Lutjanus lunulatus)

Lunartail Snapper atau di Indonesia kita kenal Tompel, Teribang, atau Tutong Iku, berasosiasi di terumbu karang kedalaman 10–30 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat.

Ciri morfologi; mirip dengan #14 tetapi berbeda karena memiliki sedikit lekukan di depan tutup insang, sirip punggung lunak berwarna gelap dan pucat di tepi, sirip ekor bertanda hitam seperti bulan, kuning terang pada dagu dan bagian bawah. Tumbuh maksimal hingga 35 cm.

#19 Kembang Waru, Badur, Gorara Gigi Anjing (Lutjanus lutjanus)

Bigeye Snapper atau di Indonesia kita kenal Kembang Waru, Badur, Gorara Gigi Anjing, berasosiasi di terumbu karang kedalaman 10–90 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat.

Ciri morfologi; ruang suborbital (antara rahang atas dan mata) sangat sempit, tubuh relatif ramping, bentuk moncong segitiga, tubuh dengan susunan garis kuning di bawah gurat sisi dan susunan garis miring di atas gurat sisi. Tumbuh maksimal hingga 30 cm.

#20 Cawene (Lutjanus madras)

Indian Snapper atau di Indonesia kita kenal Cawene berasosiasi di terumbu karang dan berbatu kedalaman 5–90 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat.

Ciri morfologi; tambalan gigi vomerine memanjang ke tengah belakang, garis mid lateral di tubuh tidak lebih lebar dan lebih gelap daripada garis yang lain, pola warna serupa dengan #19 tetapi berbeda karena memiliki ruang preorbital lebih luas. Tumbuh maksimal hingga 30 cm.

Selanjutnya : 47 Jenis Ikan Kakap di Indonesia Bagian 3

CERITA PESISIR
CERITA PESISIR dwicahyojs

Posting Komentar untuk "47 Jenis Ikan Kakap di Indonesia Bagian 2"