Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

47 Jenis Ikan Kakap di Indonesia Bagian 4


#31 Kakap (Lutjanus sp. A)

Javan Snapper atau di Indonesia kita kenal Kakap, kemungkinan terumbu karang, kedalaman tidak diketahui. Diketahui dari sebuah spesimen dari Jawa Barat.

Ciri morfologi; mirip dengan ikan muda 68.21 tetapi berbeda karena kurang memiliki garis hitam bersambung dari ujung moncong melewati mata sampai sirip punggung, dan tanda-tanda pangkal ekor kurang jelas. Tumbuh maksimal hingga 15 cm.

#32 Kakap Malam, Teletabis (Macolor macularis)

Midnight Snapper atau di Indonesia kita kenal Kakap Malam atau Teletabis, berasosiasi di terumbu karang kedalaman 5–50 m. Tersebar di kawasan Pasifik Barat.

Ciri morfologi; bagian bawah lengkung insang pertama memiliki 71–81 tapis insang, sirip perut panjang dan tajam pada yang muda, dewasa hitam kecoklatan dan kepala dengan garis-garis dan bintik-bintik kebiruan, ikan muda hitam dengan 6–10 bintik putih pada sisi atas dan lebih pucat di bawah. Tumbuh maksimal hingga 60 cm.

#33 Kakap Hitam, Teletabis, Kakap Balong (Macolor niger)

Black and White Snapper atau di Indonesia kita kenal Kakap Hitam, Teletabis atau Kakap Balong, berasosiasi di terumbu karang kedalaman 0–90 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat dan Tengah.

Ciri morfologi; mirip dengan 68.32 di atas tetapi berbeda karena bagian bawah lengkung insang pertama memiliki 60–71 tapis insang, sirip perut pendek dan membulat pada semua ukuran, ikan muda dengan hanya 4 atau 5 bintik putih pada bagian atas yang hitam. Tumbuh maksimal hingga 60 cm.

#34 Pisang-pisang (Paracaesio brevidentata)

Smallmouth Snapper atau di Indonesia kita kenal Pisang-pisang. Kemungkinan pada terumbu karang dalam dan berbatu dan dikenal hanya dari satu spesimen dari Bali.

Ciri morfologi; dasar sirip punggung dan dubur tanpa sisik, mirip dengan 68.37 tetapi berbeda karena memiliki maksila bersisik, mulut jauh lebih kecil dengan hanya gigi villiform yang amat kecil dan sirip ekor lebih kecil. Tumbuh maksimal hingga 25 cm

#35 Pisang-pisang (Paracaesio caerulea)

Japanese Snapper atau di Indonesia kita kenal Pisang-pisang, berasosiasi di terumbu karang berbatu kedalaman 140–250 m. Tersebar di kawasan Pasifik Barat dan Tengah.

Ciri morfologi; dasar sirip punggung dan dubur tanpa sisik, sirip ekor berbentuk bulan sabit, rahang atas tidak bersisik, sebuah garis kekuningan samar mencuat pada sisi dari pangkal gurat sisi hingga dasar-pertengahan sirip punggung, cuping bawah sirip ekor kuning terang. Tumbuh maksimal hingga 53 cm.

#36 Pisang-pisang, Ekor Kuning (Paracaesio kusakarii)

Saddleback Snapper atau di Indonesia kita kenal Pisang-pisang atau Ekor Kuning, berasosiasi di terumbu karang berbatu yang dalam kedalaman 100–310 m. Tersebar di kawasan Pasifik Barat.

Ciri morfologi; dasar sirip punggung dan dubur tanpa sisik, sirip ekor berbentuk bulan sabit sampai cekung, maksila bersisik, dewasa dengan punuk jelas pada tengkuk, coklat muda dengan 4 garis gelap lebar pada bagian atas tubuh. Tumbuh maksimal hingga 60 cm.

#37 Pisang-pisang (Paracaesio sordida)

Smallscale Snapper atau di Indonesia kita kenal Pisang-pisang, berasosiasi di terumbu karang berbatu kedalaman 30–200 m. Tersebar di kawasan Pasifik Barat.

Ciri morfologi; dasar sirip punggung dan dubur tanpa sisik, sirip ekor amat bercagak, maksila tanpa sisik, depan tutup insang dengan 1–3 baris sisik, 69–72 sisik gurat sisi, coklat keunguan gelap atau merah muda keabuan. Tumbuh maksimal hingga 35 cm.

#38 Ekor Kuning (Paracaesio xanthura)

Yellowtail Blue Snapper atau di Indonesia kita kenal Ekor Kuning, berasosiasi di terumbu karang berbatu kedalaman 20–150 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat.

Ciri morfologi; dasar sirip punggung dan dubur tanpa sisik, sirip punggung dengan 10 duri dan 10 jari lunak, sirip ekor amat bercagak, depan tutup insang tanpa sisik, tubuh abu kebiruan dengan garis punggung kuning lebar, sirip ekor kuning. Tumbuh maksimal hingga 40 cm.

#39 Kakap Merah, Snapper Sunu, Nunuk (Pinjalo lewisi)

Slender Pinjalo atau di Indonesia kita kenal Kakap Merah, Snapper Sunu atau Nunuk, berasosiasi di terumbu karang berbatu kedalaman 20–100 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat.

Ciri morfologi; bentuk atas dan bawah kepala sama-sama bulat, mata terletak di tengah kepala, sirip punggung dengan 12 duri dan 13 jari lunak, sisi atas sampai bawah bergradasi dari merah ke merah muda atau putih, tepi luar sirip ekor kehitaman. Tumbuh maksimal hingga 50 cm.

#40 Bambangan, Sunu, Nunuk, Penyalo (Pinjalo pinjalo)

Pinjalo Snapper atau di Indonesia kita kenal Bambangan, Snapper Sunu, Nunuk atau Penyalo, berasosiasi di terumbu karang berbatu kedalaman 15–100 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat.

Ciri morfologi; bentuk kepala atas dan bawah sama-sama bulat, sirip punggung dengan 11 duri dan 14 atau 15 jari lunak, sisi atas sampai bawah bergradasi dari ungu sampai kuning kemerah-mudaan ke merah muda atau putih, sirip dengan pigmen kuning. Tumbuh maksimal hingga 50 cm.

Selanjutnya : 47 Jenis Ikan Kakap di Indonesia Bagian 5

CERITA PESISIR
CERITA PESISIR dwicahyojs

Posting Komentar untuk "47 Jenis Ikan Kakap di Indonesia Bagian 4"