Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

47 Jenis Ikan Kakap di Indonesia

 

Marga atau family Lutjanus dikenal dengan nama lokal ikan kakap atau snappers dalam bahasa Inggris.  Keseluruhan jenis dalam marga ini merupakan sumber daya ikan yang penting, baik secara komersial maupun rekresional.  Pada umumnya, ikan kakap dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi, dijual dalam bentuk segar atau fillet.  Selain itu, jenis ikan ini juga dijadikan sebagai ikan target dalam wisata pancing di beberapa perairan Indonesia.

Marga atau family Lutjanus dikenal dengan nama lokal ikan kakap atau snappers dalam bahasa Inggris.

Keseluruhan jenis dalam marga ini merupakan sumber daya ikan yang penting, baik secara komersial maupun rekresional.

Pada umumnya, ikan kakap dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi, dijual dalam bentuk segar atau fillet.

Selain itu, jenis ikan ini juga dijadikan sebagai ikan target dalam wisata pancing di beberapa perairan Indonesia.

Morfologi

Ciri utama dari marga Lutjanus adalah memiliki badan yang pipih, punggung lebih tinggi dan kepala agak lancip.

  • Profil kepala bagian atas membulat hingga agak condong atau miring, sedangkan untuk profil kepala bagian bawah berbentuk rata.
  • Mata berukuran sedang dan cenderung lebih dekat kepada profil kepala bagian atas dibandingkan profil bagian bawah.
  • Ciri utama lainnya adalah memiliki mulut yang besar dan terletak di ujung depan kepala (terminal).
  • Beberapa gigi taring, seperti gigi kaninus biasanya hadir di ujung rahang anterior. Selain pada rahang, gigi juga ditemukan di bagian vomer dan palatin
  • Sisik berukuran kecil hingga sedang dan masuk dalam tipe ktenoid. Gurat sisi lengkap dan tidak terputus, dari belakang operkulum hingga ke dekat sirip ekor.
  • Sirip punggung memiliki 10 hingga 12 duri keras, serta 11-16 duri lemah, sedangkan sirip dubur dengan 3 duri keras dan 7-11 duri lemah.
  • Tulang lengkung insang pertama memiliki kurang dari sama dengan 20 tapis insang.
  • Warna tubuh ikan kakap, marga Lutjanus sangat bervariasi, dari warna merah, merah muda, kuning, dan sebagainya.

Selain itu, pola atau corak juga beragam seperti bercak-bercak, garis, bercak besar dan pola lainnya.

Reproduksi

Sistem reproduksi ikan kakap, marga Lutjanus bersifat gonokoris, yaitu alat kelamin jantan dan betinanya terpisah pada individu yang berbeda.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sejak dari muda telah ada perbedaan antara jantan dan betina, dimana perbedaan tersebut bersifat tetap hingga dewasa.

Pemijahan ikan kakap, dilakukan beberapa kali dalamsepanjang tahun. Jumlah telur yang diproduksi oleh betina kelompok ini sangat besar.

Hal demikian merupakan salah satu ciri dari telur yang tidak dijaga oleh indukannya, sehingga keberhasilannya tergantung pada kondisi perairan, substrat penempel dan juga pemangsaan.

Habitat dan Sebaran

Setiap jenis ikan dalam marga Lutjanus memiliki preferensi habitat yang berbeda, namun sebagian besar hidup di sekitar kawasan terumbu karang.

Ikan-ikan tersebut hidup secara berkelompok, baik dalam jumlah besar atau kecil serta terkadang hidup soliter.

Jenis ikan kakap yang benar-benar hidup soliter adalah L. rivulatus, L. sebae dan L. timorensis.

Distribusi habitat marga Lutjanus meliputi daerah sebelah barat Pasifik Utara, termasuk Okinawa, Jepang, Indo West Pacific: Afrika timur hingga Fiji, timur Pulau Ryukyu, selatan Australia.

Kebiasaan Makanan

Ikan kakap, marga Lutjanus merupakan predator yang aktif mencari makan pada malam hari dan dikategorikan sebagai ikan karnivora, yaitu pemakan daging.

Makanan kelompok ini adalah ikan, krustasea (khususnya udang, kepiting, lobster, stomatopoda), moluska (gastropoda, cephalopoda) dan urochordata pelagis.

Penangkapan dan Pemanfaatan

Pada umumnya nelayan di sekitar perairan Indonesia menangkap ikan kakap dengan menggunakan berbagai macam alat, antara lain dengan menggunakan pancing ulur, pancing rawai, trawl atau perangkap.

Jenis-jenis Ikan Kakap

Saat ini ditemukan 113 spesies dari 17 genus ikan kakap atau marga Lutjanidae diseluruh dunia. 47 spesies diantaranya ditemukan di Indonesia.

#1 Kurisi Perak (Aphareus rutilans)

Rusty Jobfish atau di Indonesia kita kenal Kurisi Perak, berasosiasi di terumbu karang dan berbatu kisaran kedalaman 0–250 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat dan Tengah.

Ciri morfologi; sirip punggung menyatu, membran sirip punggung dan dubur tanpa sisik, maksila tanpa sisik, 69–75 sisik gurat sisi, lengkung insang pertama dengan 49–52 tapis insang, abu kebiruan sampai kemerahan. Tumbuh maksimal hingga 110 cm.

#2 Guntur, Ikan Agam (Aprion virescens)

Green Jobfish atau di Indonesia kita kenal Guntur atau Ikan Agam, berasosiasi di terumbu karang dan berbatu kisaran kedalaman 0–120 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat dan Tengah.

Ciri morfologi; sirip punggung bersambung, membran sirip punggung dan dubur tanpa sisik, maksila tanpa sisik, 48–50 sisik gurat sisi, kehijauan sampai abu kebiruan, beberapa bercak gelap di dasar sirip punggung. Tumbuh maksimal hingga 110 cm.

#3 Bagong, Kakap Pasifik (Etelis cf. carbunculus)

Pacific Ruby Snapper atau di Indonesia kita kenal Bagong atau Kakap Pasifik, berasosiasi di dasar berbatu kedalaman 90–400 m. Tersebar di kawasan Pasifik Barat dan Tengah.

Ciri morfologi; sirip punggung amat berkelar antara bagian keras dan lembut, sisik pada maksila, 11 jari sirip punggung, lengkung insang pertama dengan 17–22 tapis insang, sirip ekor bercagak (tidak terlalu), merah muda sampai kemerahan. Tumbuh maksimal hingga 120 cm.

#4 Anggoli, Kakap Merah (Etelis coruscans)

Flame Snapper atau di Indonesia kita kenal Anggoli atau Kakap Merah, berasosiasi di dasar berbatu kedalaman 90–400 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat dan Tengah.

Ciri morfologi; sirip punggung amat berkelar antara bagian keras dan lembut, sisik pada maksila, 11 jari lunak sirip punggung, lengkung insang pertama dengan 23–28 tapis insang, sirip ekor amat bercagak, pink tua sampai kemerahan. Tumbuh maksimal hingga 120 cm.

#5 Jarang Gigi, Ganggrang Eca (Lutjanus argentimaculatus)

Mangrove Jack atau di Indonesia kita kenal Jarang Gigi atau Ganggrang Eca, berasosiasi di muara sampai terumbu dalam kedalaman 0–120 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat.

Ciri morfologi; baris sisik membujur di atas gurat sisi sebagian besar horizontal (beberapa mencuat naik), 13 atau 14 jari lunak sirip punggung, tubuh tanpa garis-garis atau bintik-bintik, coklat kehijauan sampai kemerahan. Tumbuh maksimal hingga 120 cm.

#6 Badur (Lutjanus bengalensis)

Bengal Snapper atau di Indonesia kita kenal Badur berasosiasi di terumbu karang, kedalaman 10–30 m. Tersebar di kawasan Samudera Hindia.

Ciri morfologi; sirip punggung dengan 11 atau 12 duri dan 12–14 jari lunak, tubuh agak lebar, lekukan depan tutup insang berkembang baik, kuning terang dengan 4 garis biru di kedua sisi (1 di bawah mata), perut pucat. Tumbuh maksimal hingga 30 cm.

#7 Kakap Merah, Tanda-tanda Pasir (Lutjanus biguttatus)

Twospot Snapper atau di Indonesia kita kenal Kakap Merah atau Tanda-tanda Pasir, berasosiasi di terumbu karang kedalaman 5–30 m. Tersebar di kawasan Pasifik Barat dan Tengah.

Ciri morfologi; ruang suborbital (antara rahang atas dan mata) sangat sempit, tubuh langsing, mata besar, bentuk moncong segitiga, 11 duri sirip punggung, tubuh coklat keemasan dengan garis putih lebar, 2 bintik kecil putih di punggung. Tumbuh maksimal hingga 20 cm.

#8 Kakap Merah, Jarang Gigi, atau Kantoan (Lutjanus bohar)

Red Bass atau di Indonesia kita kenal Kakap Merah, Jarang Gigi, atau Kantoan, berasosiasi di terumbu karang kedalaman 5–150 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat.

Ciri morfologi; baris sisik membujur mencuat di atas gurat sisi, tambalan gigi vomerine kurang memanjang ke belakang, lekukan depan tutup insang tidak jelas, lubang hidung tersusun dalam alur jelas, gelap kecoklatan merah. Tumbuh maksimal hingga 75 cm.

#9 Kakap atau Ekor Kuning (Lutjanus carponotatus)

Spanish Flag Snapper atau di Indonesia kita kenal Kakap atau Ekor Kuning, berasosiasi di terumbu karang kedalaman 0–35 m. Tersebar di kawasan Indo–Pasifik Barat.

Ciri morfologi; baris sisik membujur mencuat di atas gurat sisi, tambalan gigi vomerine memanjang ke tengah belakang, sumbu sirip dada bebercak hitam, coklat pucat dengan 8 atau 9 garis kekuningan di sisi. Tumbuh maksimal hingga 40 cm.

#10 Kakap, Jangli, Jangki atau Tanda-tanda Batu (Lutjanus decussatus)

Chequered Snapper atau di Indonesia kita kenal Kakap, Jangli, Jangki atau Tanda-tanda Batu, berasosiasi di terumbu karang kedalaman 5–35 m. Tersebar di kawasan India Timur dan Pasifik Barat.

Ciri morfologi; baris sisik membujur mencuat di atas gurat sisi, tambalan gigi vomerine kurang memanjang ke belakang, lekukan depan tutup insang tidak jelas, pucat dengan garis kecoklatan tua, titik hitam besar pada dasar sirip ekor. Tumbuh maksimal hingga 30 cm.

Selanjutnya : 47 Jenis Ikan Kakap di Indonesia Bagian 2

CERITA PESISIR
CERITA PESISIR dwicahyojs

Posting Komentar untuk "47 Jenis Ikan Kakap di Indonesia"