Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Deskripsi, Klasifikasi, Hingga Daerah Penangkapan Pukat Cincin (Purse Seine)

Pukat cincin atau biasa disebut dengan “Purse Seine“ adalah alat penangkap ikan yang dipergunakan untuk menangkap ikan pelagis yang bergerombol seperti: Kembung, Lemuru, Layang, Tongkol, Cakalang, dan lain sebagainya.

Purse Seine adalah alat penangkap ikan yang bagian utamanya adalah jaring, dipergunakan untuk menangkap ikan pelagis besar atau ikan pelagis kecil sesuai dengan ukuran dan jumlah yang banyak.

Purse Seine adalah alat penangkap ikan yang bagian utamanya adalah jaring, dipergunakan untuk menangkap ikan pelagis besar atau ikan pelagis kecil sesuai dengan ukuran dan jumlah yang banyak.

Ikan yang menjadi tujuan penangkapan dari Purse seine adalah ikan–ikan pelagis yang membentuk gerombolan/kawanan berada dekat permukaan air (sea surface). Sangat diharapkan pula densitas shoal (gerombolan/kawanan) tersebut tinggi, yang berarti jarak ikan dengan ikan yang lainnya harus sedekat mungkin.

Klasifikasi Pukat Cincin

Pukat cincin diklasifikasi sesuai dengan International Standards Stastistic Classification of Fishing Gear (ISSCFG) FAO dengan symbol dan singkatan ISSCFG 01.0.0. adapun kode dan singkatan sebagai berikut :

1. Jaring lingkar dengan singkatan dan kode 01.0.0.2.

2. Jaring lingkar bertali kerut PS 01.1.0 3.

3. Jaring lingkar satu kapal PS 01.1.1 4.

4. Jaring lingkar dua kapal PS 01.1.2 5.

5. Jaring lingkar tanpa tali kerut/lampara LA 01.2.0

Pada dasarnya purse seine dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu: purse seine dengan kantong di bagian ujung jaring dan purse dengan kantong dibagian tengah. Selain itu pukat cincin dapat diklasifikasikan menurut bentuk dasarnya yaitu: Segi empat, Trapesium dan Lekuk.

Kapal Pukat Cincin

Kapal pukat cincin adalah jenis kapal yang dibuat dengan tujuan untuk mengoperasikan pukat cincin, dan dilengkapi dengan palkah pendingin untuk menampung hasil tangkapan, mepunyai geladak kerja yang luas, mudah untuk diolah gerakan dan mempunyai kecepatan yang cukup untuk menuju ke daerah penangkapan ikan dan melingkarkan jaring.

Kapal pukat cincin biasanya memiliki ruangan-ruangan sebagai berikut:

  1. Tempat persiapan jaring di geladak (depan, belakang, samping kiri atau kanan) tergantung dari mana jaring akan diturunkan.
  2. Tempat penarikan (hauling) biasanya terdapat di bagian depan, tengah, atau belakang; Tempat penyimpanan ikan.

Bagian-Bagian Pukat Cincin

Alat penangkap ikan jenis purse seine terdiri dari kantong (bag, bunt), badan jaring, tepi jaring, pelampung (float), tali pelampung (float line), sayap (wing), pemberat (singker lead), tali penarik (purse line), tali cincin (tali kang), cincin (ring), dan selvadge.

1. Jaring Utama

Bahan yang biasa digunakan adalah benang nylon PA 210d/9 dengan besar mata jaring (mesh size) 1,25 inci. Panjang pukat cincin biasanya ± 3 kali kedalaman jaring, misalnya; panjang x lebar = 300 x 100 m.

Jumlah mata ke bawah atau dalamnya tergantung dari kedalaman air dimana alat tersebut akan dioperasikan

2. Selvedge

Selvedge merupakan mata jaring penguat yang berfungsi untuk melindungi bagian pinggir dari jaring utama agar tidak mudah rusak atau robek pada saat ditarik, selvadge terletak di sekeliling jaring utama.

Bahan Selvedge biasanya lebih kaku dari bahan jaring utama seperti polyethylene (PE) 380d/12 dengan ukuran mata jaring 1,5 inci atau lebih besar.

Ukuran mata selvedge selalu lebih besar dari jaring utama, demikian juga nomor benang yang dipergunakan.

3. Tali Ris

Adalah tali pengikat tali pelampung dan pemberat terhadap jaring, tali ris terdiri dari tali ris atas dan tali ris bawah, tali ris atas berfungsi sebagai pengikat tali pelampung dan tali ris bawah berfungsi sebagai pengikat tali pemberat.

tali ris bawah

Tali ris atas dan bawah menggunakan arah pintalan yang berlawanan dengan tali pelampung dan tali pemberat. Penciutan (shrinkage) pada umumnya berkisar antara 30% - 15% bahkan ada yang menggunakan shrinkage 10%.

tali ris atas

Shrinkage pada tali ris atas kadang-kadang berbeda dengan shrinkage pada bagian bawah jaring, dimana pada bagian bawah lebih kecil yang berarti tali ris bawah akan lebih panjang dari tali ris atas.

4. Tali kang (ring)

Tali ring adalah tali yang dipergunakan untuk menggantungkan cincin pada tali ris bawah. Tali ring ini juga kadang-kadang disebut juga dengan tali kang. Tali kang dibuat dengan menggunakan bahan kuralon atau polyethylene dengan ukuran diameternya = 10 mm. Dan ukuran panjangnya ± 150 cm.

Ada tiga tipe tali ring yaitu : Bentuk kaki tunggal, Bentuk kaki ganda, Bentuk dasi.

5. Tali kerut (purse line)

Berfungsi untuk menyatukan cincin yang terdapat di bagian bawah, sehingga ikan yang berada di dalam akan terkurung jaring yang berbentuk kantong.

Tali biasa disebut juga dengan tali kolor, bahan tali kolor umumnya menggunakan polyethylene (PE) akan tetapi kadang-kadang ada juga yang menggunakan kuralon (PVA).

Ukuran tali kolor adalah merupakan ukuran yang terbesar di antara ukuran tali-tali yang lainnya, yaitu garis tengah kurang lebih 25 mm. Hal ini karena tali kolor memerlukan kekuatan yang cukup besar bila dibandingkan dengan tali-tali lain.

6. Pelampung

Pelampung berfungsi untuk menahan bagian jaring supaya tetap mengapung, sehingga jaring membentuk dinding sebagai penghalang ikan supaya ikan terkurung dalam jaring.

Bahan yang digunakan adalah bahan yang berat jenisnya lebih kecil dari berat jenis air laut.

7. Pemberat

Pemberat berfungsi agar jaring bagian bawah cepat tenggelam waktu dioperasikan. Bahan pemberat umumnya menggunakan timah atau timbal (timah hitam).

Pemberat yang digunakan umumnya berbentuk silinder dengan ukuran panjang + 3 cm dengan diameter 5 cm. Tetapi kadang-kadang pemberat dan tali ring dibuat dari bahan rantai besi.

8. Cincin

Fungsi cincin adalah untuk tempat lewatnya tali kerut sewaktu ditarik agar bagian bawah jaring dapat terkumpul. Bahan cincin biasanya dari kuningan atau tembaga atau kadang-kadang digunakan bahan besi yang dilapisi dengan kuningan.

Cincin yang dipergunakan biasanya mempunyai ukuran diameter 10 cm dengan berat sekitar 400 gram.

Prinsip dan Metode Penangkapan

Prinsip Penangkapan

Purse Seine dikenal juga sebagai Pukat Cincin atau Pukat Lingkar. Alat tangkap ini berbentuk persegi panjang dengan pelampung (Floats) di bagian atas dan pemberat (Sinkers) serta cincin besi (Rings) di bagian bawah.

Pada saat dioperasikan, kapal yang membawa alat penangkap ikan jenis ini melingkari sekawanan ikan yang telah dikumpulkan dengan menggunakan alat bantu seperti rumpon dan lampu berkekuatan tinggi.

Pengoperasian purse seine dapat dilakukan dengan satu buah dan lebih dari satu buah kapal, hal ini tergantung dari ukuran kapal, ukuran jaring, dan jenis ikan yang akan tangkapan.

Metode Penangkapan

Purse seine dioperasikan dengan cara melingkarkan jaring mengelilingi kawanan ikan, sehingga kawanan ikan tidak dapat meloloskan diri secara horizontal.

Setelah pelingkaran selesai jaring dikerutkan dengan cara menarik tali kerut, sampai tali pemberat menyatu dan bagian bawah jaring tertutup, sehingga kawanan ikan tidak dapat meloloskan diri secara vertical maupun horizontal.

Kawanan ikan digiring ke bagian kantong yang terdapat diujung jaring di salah satu sisi jaring dengan cara menarik jaring ke kapal dan akhirnya ikan hasil tangkapan diangkat ke atas kapal.

Setelah lingkaran terbentuk sempurna, maka tali kolor (Purse Line) yang terdapat di bagian bawah akan ditarik melewati cincin-cincin besi yang bergelantungan di bagian bawah jaring.

Sehingga alat tangkap ini akan mengerucut dan berbentuk seperti mangkok dengan segerombolan ikan yang terkurung di dalamnya.

Selanjutnya seluruh jaring akan ditarik ke sisi kapal dan ikan yang tertangkap akan terkumpul di bagian kantong jaring secara otomatis.

Umumnya di Indonesia penarikan jaring purse seine biasanya ditarik dengan tenaga manusia. Sedangkan tali kerut biasanya ditarik dengan mesin penarik (power block) yang digerakan dengan hidrolik.

Target Tangkapan

Jenis ikan sasaran purse seine adalah jenis-jenis ikan pelagis seperti Cakalang, Tongkol, Selar, Layang, Kembung, Tongkol, Bawal, Kayul dsb.

Meski demikian, kadang kala tertangkap pula jenis-jenis ikan lainnya meski jumlahnya sangat sedikit seperti Kakap, Tenggiri, Baronang dan ikan-ikan dasar lainnya Purse seine dibagi menjadi dua, yaitu purse seine dengan kontong (bunt) di tenggah dan kantong di pinggir.

Daerah Penangkapan

Daerah penangkapan ikan (fishing ground) pada pengoperasian pukat cincin adalah daerah yang alur pelayaran tidak terlalu ramai dilayari oleh kapal lain.

Pukat cincin dioperasikan di dekat permukaan perairan, sehingga diperlukan kedalaman air yang cukup untuk dapat mengoperasikannya.

Hampir disemua WPP-RI pukat cincin dapat dioperasikan, dengan tujuan penangkapan yang berbeda. Misalnya untuk WPP-RI 711, 712, dan 713 ditujukan untuk menangkap ikan pelagis kecil, seperti Ikan Kembung dan Ikan Layang.

Sedangkan di WPP-RI 715, 715, dan 717 ditujukan untuk menangkap pelagis besar seperti Ikan Tuna dan Ikan Cakalang.

CERITA PESISIR
CERITA PESISIR dwicahyojs

Posting Komentar untuk "Deskripsi, Klasifikasi, Hingga Daerah Penangkapan Pukat Cincin (Purse Seine)"